Sederhana saja: Setiap Orang Ingin Bermanfaat

Menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama adalah salah satu tujuan yang hakiki dimiliki oleh semua orang. Tidak ada manusia yang tidak memiliki niatan sekalipun untuk membantu atau bahkan menolong sesamanya. Yap, karena inilah salah satu perasaan paling indah yang dimiliki manusia selain perasaan cinta. Ceileee bicara cinta…..

Oke back to reality *apasih, tahun 2017 udah mulai jalan seminggu. Udah mulai banyak yang dipikirin akan apa 358 hari kedepan. Sekarang mikirnya bukan apa yang akan dihasilkan, bukan juga apa yang akan dicari. Tapi lebih dari itu, apa yang akan kita berikan untuk orang lain.

Kadang saat kita sudah melakukan sesuatu yang sudah membantu orang lain, kita masih saja merasa bahwa kita belum melakukan apapun. Ya, ada kalanya rasa tidak puas di dalam diri manusia ini membuat kita termotivasi untuk melakukan dan memberikan yang lebih kepada orang lain. Tapi tetap saja, rasa tidak puas ini tidak boleh berlebihan tentunya. Karena bersyukur sudah bisa melakukan sesuatu sudah lebih dari segalanya.

Nah, 2016 kemarin, mungkin lebih banyak mencoba hal baru, melakukan banyak hal baru, mendapatkan teman, saudara dan mencoba membuka hati untuk orang yang baru. Tidak ada yang gagal, semua proses dijalani dengan sangat baik.

Saya sering merasa gagal melakukan sesuatu, saya seringkali mengingat dan mengoreksi apa yang membuat semua itu serasa gagal dan tidak menghasilkan apapun. Tapi saya kembali berpikir, inilah proses yang saya jalani untuk bisa mendapatkan sesuatu yang baik suatu saat nanti. Kata orang, tidak ada kesuksesan yang bisa kamu gapai dalam waktu semalam. Tidak ada teman yang bisa seakrab itu hanya dalam 1 obrolan saja. Dan begitupun hati. Tidak ada yang bisa mengubahnya menjadi cinta hanya karena pandangan pertama.

Saat saya berpikir seperti itu, saya kembali bersyukur bahwa saya sudah melakukan sesuatu untuk orang lain. Meski tidak sebesar dan tidak terlihat. Saya hanya mampu memberikan banyak tenaga saya dalam diam yang saya miliki. Saya kurang suka memperlihatkan itu. Saya senang membantu orang tanpa memperlihatkan. Karena pada hakikatnya, saat tangan kanan memberi, maka tangan kiri tidak boleh ikut campur melihat. Hehe

Tidak banyak resolusi yang saya tuliskan untuk tahun ini. Saya hanya ingin menjadi manusia yang lebih berguna, lebih dibutuhkan dan lebih banyak dicari orang lain. Bagi saya setiap resolusi hanya akan menjadi bayangan dan tulisan saja saat tidak dilakukan dengan aksi nyata.

Tapi bukan berarti saya tidak memiliki target hidup dan impian di tahun ini. Saya memiliki banyak mimpi. Berkenalan dan menjalin hubungan baik dengan orang baru, melakukan banyak hal baru yang belum pernah saya lakukan, berlibur dan mengunjungi tempat baru yang belum pernah saya kunjungi, dan tentu saja membuka hati saya untuk dia yang sudah saya nantikan. Hehe karena urusan hati menjadi salah satu penyemangat saya.

Yap, semua orang pasti tidak ingin gagal apalagi untuk kesekian kalinya. Setidaknya mereka yang sudah berusaha sangat keras harus juga menanti kapan hasil dari usaha mereka dapat terlihat. Tidak saat itu tentunya. Ini bukan waktu sebentar seperti kamu menyedu kopi di malam hari. Kamu memiliki banyak waktu untuk berdoa agar apa yang sudah kamu lakukan, agar apa yang sudah membuatmu lelah dan agar apa yang sudah membuatmu sempat meneteskan air mata terbayar dengan sangat indah.

Karena saya pun yakin, usaha tidak akan mengkhianati hasil yang akan saya dapatkan nanti.

Bicara Tentang Hati, Mungkin Sudah Saatnya

Seperti tidak akan ada habisnya, tidak berujung dan tidak ada lelahnya, saat mulut dan pikiran sudah sepakat membicarakan urusan hati. Perasaan yang harusnya hanya dirasakan tapi sudah mampu kita ungkapkan. Itulah saat dimana semua orang akan beradu kata tentang apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka impikan.

Lebih dari itu, hati yang berisi cinta memiliki porsi yang lebih besar untuk dibicarakan dan dibagikan dengan siapapun. Tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, bahkan tidak mengenal darimana asal kita, perasaan cinta adalah perasaan yang paling disyukuri oleh setiap manusia. Dengan cinta yang ada di hati manusia, semua bisa berjalan sesuai dengan jalan yang sudah Tuhan kita tetapkan.

Mungkin sudah saatnya saya berbicara serius tentang urusan yang satu ini. Sudah cukup lama memang saya mendengar setiap orang berucap tentang hati dan cinta. Melihat mereka yang percaya dan mendapatkan keberuntungan sampai akhirnya berada pada satu garis start kehidupan yang baru. Ah…. rasanya iri sekaligus bahagia melihat mereka memiliki cinta yang mereka inginkan.

Tidak ada manusia yang hidup dan memilih untuk tersakiti. Tidak ada satupun yang rela menangis karena dikhianati bahkan ditinggal pergi setelah lama mempercayai. Begitupun saya. Ya, saya adalah salah satu diantara manusia yang mendambakan cinta yang tulus datang tanpa berpikir untuk pergi.

Sebenarnya tidak ada patokan atau standart setiap orang bisa membicarakan tentang hati dan cinta mereka. Hanya ada rasa berani saja yang mampu menjadi jembatan bagi setiap orang mengatakan bahwa mereka menyukai bahkan mencintai seseorang.

Saya sangat iri kepada seseorang yang merasakan cinta kepada orang lain sangat dalam. Saya merasa ingin jatuh cinta pada seseorang yang membuat saya mampu membuka hati saya lagi. Mereka yang membuat saya tidak lagi memandang siapapun, tidak memiliki standart apapun untuk cinta saya nantinya.

Saya ingin duduk berhadapan dengan dia yang membuat saya tersenyum di pagi hari. Menyedu kopi dan menikmatinya berdua sambil melihat gerimis dari teras rumah berdua. Saya ingin pergi menyusuri jalanan yang basah karena hujan di sore hari. Melihat anak-anak kecil yang tertawa lepas bermain tanpa mengenal lelah.

Saya ingin duduk di bawah rindangnya pohon sambil saling berpegangan tangan. Menyatukan perasaan dan saling berbagi kisah betapa letihnya kami bergulat dengan aktivitas kami. Saya ingin ada seseorang yang menggenggam tangan saya, membawa saya ke suatu tempat yang mengingatkan saya, bahwa dialah yang Allah kirimkan untuk saya.

Suatu saat nanti saya ingin bercerita dan mengatakan betapa sukanya saya dengan matahari terbenam, gerimis yang menggoyangkan dedaunan bahkan dengan secangkir kopi hangat yang membuat kami merasa hangat.

Entah kemana, saya ingin mengajak dia yang Allah kirimkan untuk saya pergi menyusuri kota di Praha. Saat musim dingin, menyusuri dan melihat kemerlip lampu kota yang dihiasi putihnya salju. Bersama, saya ingin menulis cerita dan menempelkan foto perjalanan kami yang menyenangkan di bingkai. Saya ingin memenuhi setiap album foto, tembok dengan bingkai foto kami. Bukan hanya saya dan dia, tapi dengan malaikat manis kami berdua nantinya.

Haa….. rasanya saya ingin mengisi lembaran undangan pernikahan itu dengan nama dia. Entah siapa dia, tapi yang saya yakini, dia adalah yang Allah kirimkan atas setiap doa yang saya panjatkan.

Mungkin saja kini dia pun sedang bersama yang lain, membahagiakan hati yang bahkan belum saya ketahui siapa. Atau bisa saja dia sedang berjuang melawan hawa nafsu, rindu dan kesepian menanti jodoh, sama seperti saya.

Saya ingin mengenal orang baru di tahun ini. Saya ingin memulai menjalin hubungan yang baru dengan dia yang juga menginginkan itu. Saya ingin memulai hubungan yang serius. Lebih dari sekedar memiliki status sebagai sepasang kekasih. Karena saya tidak ingin hanya sesaat mencintai.

Mungkin sudah saatnya saya mengenal seseorang yang memiliki tujuan yang sama dengan saya. Saling mendukung dan juga saling melindungi. Saya ingin dicemburui, bagi saya itulah tanda dia mencintai dan tidak ingin kehilangan saya. Terlepas dari sekedar tidak ingin mengekang dan membebaskan, alasan orang cemburu bagi saya adalah tanda mereka ingin selalu melindungi dan menjadi satu-satunya pelindung bagi orang yang ia cintai.

Saat ini saya ingin fokus memperbaiki diri saya, berdoa semoga saya memiliki hati yang peka. Mampu melihat siapa yang memberikan hati saya kebahagiaan atau siapa yang hanya menyisakan luka nantinya. Allah tahu dengan siapa harusnya saya bersanding. Hanya dengan dia yang saya usahakan dalam doa dan harapan saya. 🙂

Bagai Doa Tak Bersuara, Hanya Hujan yang Menjadi TempatNya

Aku sangat menyukai hujan. Bukan karena aku memiliki pengalaman Dan kenangan di dalamnya. Hanya saja hujan adalah satu ketetapan waktu dimana setiap doa yang dipanjatkan saat itu dapat menjadi nyata. Bukan hanya hujan sebenernya, karena Allah Maha Adil untuk umatnya. Ada beberapa waktu yang memberikan kita kesempatan untuk meminta dalam doa.

aku selalu berbicara sendiri di saat hujan. Mencoba berbicara seolah ada didahapan mereka yang ingin kusampaikan kata demi kata dari dalam hatiku. Menguraikan maksud yang tak sanggup aku bahasakan di hadapannya. Menciptakan suasana seolah aku telah mendapati kau sedang mendengarkan berbicara.

Entahlah sejak kapan hal itu, aku hanya senang berbicara dan berdoa dalam hujan yang turun membasahi bumi.

Hahaha sedikit agak alay juga saat saya mencoba membicarakan isi hati saya dengan sepuitis itu. Tapi begitu saya, saya mampu menyampaikan maksud hati saya dalam beberapa kiasan yang sedikit sudah dipahami. Atau hanya saya saja yang dapat memahami itu. Mungkin begitu.

Sekua yang ada di langit dan bumi adalah misteri. Sebuah misteri yang pasti akan terjadi. Layaknya rejeki, jodoh hingga kematian semua misteri dalam hidup itu akan terus ada tapi merekalah sesungguhnya yang pasti akan terjadi.

Saya percaya itu. Lebih dari sekedar karena saya melupakan makhluk beragama yang percaya akan kuasa Allah. Saya selalu percaya bahwa setiap yang diberikan kepada manusia memiliki waktunya masing-masing.

Kali ini saya ingin berbicara tentang jodoh. Ada kalanya kita lupa bahwa ada Zat yang Maha Membolak Balikkan hati umat manusia. Dimulai dari tidak ada rasa, mulai tertarik, mengaku suka, menglyatakan perasaan, menjalin suatu hubungane, berpisah hingga membenci. Semua siklus itulah yang akan dipertaruhkan oleh dua insan yang mengaku saling jatuh cinta dan ingin cinta mereka abadi dan sejati. Ahhh….. Banyaknya drama bergenre romantis hingga quote penuh dengan kegalauan tanpa ujung banyak membuat anak muda sering terjebak dalam perasaan yang bahkan belum sanggup mereka pastikan.

Kembali lagi, semua yang misterius itu pasti nyata. Seperti cinta Dan jodoh. Ada mereka yang terpisah lama, saling melupakan, membenci  tapi dipertemukan kembali oleh cinta. Ada pula mereka yang sudah mengikrarkan cinta dihadapan penghulu atau pastor namun nyatanya memilih mengingkari janji mereka sendiri. Tapi tidak sedikit yang bergandengan tangan mengucap kata cinta hingga keduanya saling meregang nyawa dalam ikatan cinta sejati.

Ah… Ini masih saja menjadi misteri.

Tentu saja, karena Allah pun tidak akan memberi semua yang kita inginkan dengan begitu mudahnya. Semua butuh usaha dan tentu saja doa yang sepasrah pasrahnya hanya padaNya.

Ah… Aku percaya satu hal tentang jodoh. Tidak ada yang bisa memastikan sebuah cinta sejati sampai Allah menyatukan dua insan di dunia hingga akhir hayat mereka Dan mempertemukan mereka kembali di akhirat nantinya.

Banyak yang berkata saat kamu menyukai seseorang, mintakan sesuatu kepada Allah. Sespesifik mungkin, sekelas mungkin. Saya pun pernah meminta Dan menyebutkan laki-laki yang saya sukai. Bukan yang sebiasa itu saya sukai. Dia yang sudah lama berada di dalam hati saya. Menyita pikiran dan perhatian saya.

Saya meminta, jika “dia” jodohku, tunjukkanlah yang terbaik untukku. Jikalaupun bukan “dia” jodohku, maka lapangan hatiku menerima keputusanmu.

2 Kali aku sempat menyebutkan nama yang benar-benar aku inginkan. Tapi secepat itu Allah menunjukkan jawabannya. Dia memilih wanita lain yang bahkan tidak saya kenal. Bagi saya itu jauh lebih baik. Karena saya tidak ingin memusuhi siapapun yang saya rasa merebut apa yang saya inginkan.

2 Kali nama itu saya sebut dalam doa. Dan saya rasa saya sudah mendapatkan jawabannya. Dan secepat itu pula saya memilih untuk tidak lagi membuang waktu memperhatikan mereka lebih jauh lagi.

Meski terluka tapi saya merasa saat ini saya memiliki hati yang lebih kuat dalam hal cinta. Bagi saya cinta bukanlah kata-kata yang hanya bisa diungkapkan lalu menentukan jawabannya. Cinta lebih dari sekedar usaha Dan doa untuk menciptakan kekuatan hati untuk bersabar.

Saya membutuhkan laki-laki yang tegas namun juga penyabar.

Laki-laki dengan bahu yang tegap, yang mampu menjadi sandaran dan tempat bagi saya meletakkan kepala saat saya merasa lelah.

Laki-laki yang mampu menjadi teman, kakak, sahabat, ayah sekaligus imam bagi keluarga saya.

Laki-laki dengan kekuatan untuk tidak mudah menyerah.

Laki-laki dengan tujuan Dan impian yang selalu ia perjuanhan sampai akhir.

Laki-laki dengan senyum biasa namun meneduhkan.

Dan laki-laki yang tahu kemana dia akan melangkah dengan impiannya.

Dan laki-laki yang membuat saya malu saat saya ingin berhenti, mundur Dan menyerah.

Karena saya membutuhkan tempat dimana saya mampu menemani dia meraih itu. Saya ingin menemani, mendukung Dan membuatnya lebih kuat menggapai mimpinya.

Saya ingin menjadi tempat dia kembali saat dia pergi jauh untuk bertugas.

Saya ingin menjadi alasannya meluangkan waktu untuk sekedar meraih tangan saya dan menggandengnya sepanjang sore.

Ah… Rasanya saya menentukan itu ada pada 1 laki-laki yang baru saya kenal. Kami tidak seakrab itu. Kami pun tidak memiliki waktu khusus untuk saling menyapa. Untuk bertemu pun saya selalu mengucap syukur atasnya.

Namun, kini saya rasa perasaan saya diuji. Entah benar atau hanya asumsi saya. Dia berada jauh untuk waktu yang tidaklah sebentar.

Saya ingin kembali berdoa dengan menyebut namanya dalam doa saya. Saya merasa apa yang saya butuhkan ada padanya. Saya tahu ini tentang jodoh Dan misteri yang ada di dalamnya. Untuk itulah saya ingin berdoa untuk dia, saya Dan kami.

Tidak ada yang tidak mungkin selagi Allah Taala yang menerina doa kita. Allah lah tempat kita memang harusnya meminta, meski tentang masalah yang cukup sederhana ini.

Jika memang dia orangnya, semoga kami memiliki jalan yang sama. Semoga pula kami memiliki kekuatan untuk saling menemukan. Karena cinta sejati tahu kemana dia harus pulang Dan menetap. 🙂