2 Sisi: Cinta dan Benci

“Aku mencintaimu”

“Aku membencinya”

Dua kata kalimat yang bukan menjadi asing bagi kita yang berada diantara masyarakat. Entah karena apa dua kalimat itu menjadi sangat umum diucapkan. Baik untuk mereka yang sedang dan baru merasakan jatuh cinta atau mereka yang sedang dirundung emosi hingga mengucapkan kalimat kedua. Tapi bagaimanapun cinta dan benci adalah satu paket dalam rasa yang datang dengan indah.

2 sisi itu hadir lagi, dalam bentuk dan rasa yang berbeda. Siapapun yang sadar akan adanya rasa indah saling mencintai akan terus diselimuti keinginan untuk berkata jika “Aku mencintaimu”. Bagaimana tidak, rasanya seperti dunia bukan lagi milik berdua, tapi lebih dari itu. Karena semua yang ada disekitar 2 sejoli yang sedang dirundung rasa cinta ini terasa sangat indah, sejuk dan berbunga. Entah siapa yang pertama kali mengucapkan kata “Cinta”. Namun orang itu adalah orang yang jenius. Menemukan satu kata yang dapat menggambarkan berjuta rasa indah untuk satu pasang atau berjuta orang yang ada di bumi.

Cinta? identiknya dengan dua orang yang sedang memadu kasih. Entah itu anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Karyawan, Orang tua, atau bahkan orang lanjut usia. Dari yang namanya cinta monyet, sampe cinta sejati sampai mati. Semua itu ada lo. Allah memberikan umat manusia rasa yang begitu indah yang dinamakan CINTA. Mencintai sesama saja sudah sangat indah, terlebih ketika kita mampu mencintai semua yang Allah ciptakan.

Ketika kita memutuskan mencintai orang lain selain kedua orang tua kita, itu saatnya kita mencoba berbagi apa yang kita miliki saat itu. Sedih, susah, senang, kasih, sayang, rindu, tangis, tawa, dan semua rasa yang Allah ciptakan. Teman, sahabat, pacar hingga musuhpun tak luput dari keinginan kita untuk berbagi rasa cinta. Hingga akhirnya semua rasa berubah menjadi jauh lebih besar.

Dan tahukah kita? Rasa cinta yang teramat besar sungguh sangat tidak dianjurkan. Karena apa yang kita miliki bukanlah sepenuhnya milik kita, seperti perasaan cinta. Allah tidak ingin tersaingi dengan adanya rasa sangat umat manusia yang melebihi rasa cinta terhadap diriNya.

Pernahkah kalian membenci seseorang? Marah padanya hingga terucap kata benci dari dalam diri kalian? Tahu apa penyebabnya? Rasa cinta yang berlebih. Tidak mungkin bukan, kalian langsung membenci mereka tanpa ada sebab dan perasaan sebelumnya?

Ketika kalian memutuskan untuk mencintai seseorang jauh lebih dalam dari sebelumnya, kalian pasti tidak ingin ada sedikitpun kesalahan dalam perasaan yang ada. Kalian pasti tidak ingin ada yang salah dengan apa yang kalian lakukan dan mereka lakukan terhadap kalian. Ketika cinta itu tumbuh sangat besar, kalian ingin melakukan lebih banyak dan lebih baik untuk mereka. Begitu juga kalian ingin mendapatkan yang terbaik dari mereka. Dan saat satu point itu tidak terpenuhi, apa yang terjadi? Rasa kecewa, marah, sedih, tangis, hingga bencipun akan muncul dengan sendirinya.

Segala ucapan yang sebelumnya tidak ingin didengarpun, akhirnya muncul. “Aku membencimu”.

Lalu bagaimana dengan rasa cinta yang sebelumnya sudah ada dan berkembang? Berkurangkah? Atau hilang?

Itu semua tergantung kalian yang memiliki rasa itu. Kalian ingin bertahan dengan memerangi rasa benci dengan kata ajaib yaitu Sabar. Atau kalian ingin pergi dan menghilang dan mencari rasa cinta yang baru? Itu wajar. Karena hidup adalah pilihan. Hidup itu memilih. 2 atau lebih rasa yang harus kita pilih. Menjadi apa dan bagaimana itulah tujuan kita.

2 sisi kali ini adalah sisi dimana sering kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Cinta dan benci adalah rasa yang tercipta dengan indah. Bagaimana mereka tercipta, itu rahasia Allah. Dan bagaimana cinta dan benci itu berkembang, itu adalah rahasia manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s