2 Sisi: Datang dan Pergi

Seperti tangis dan tawa, hujan dan pelangipun datang bergantian. Menjadi jodoh dalam setiap pertemuan dan perpisahan yang ditakdirkan Sang Maha Adil. Memberikan rasa syukur, penghargaan dan juga peringatan terhadap siapa saja yang terlena didalamnya.

Datang dan pergi, 2 sisi yang membuatku entah kenapa merasa selalu sedih. Datang dan menyapa, hingga kemudian berpamitan dan pergi seperti ombak yang hanya datang sesekali menyapa pantai dalam deburannya bersama angin.

Aku bukanlah siapa yang menanti siapa. Menanti kedatangan dan menjemput perpisahan. Inilah yang tak pernah bisa aku terima dengan mimpi indah dalam menyambut fajar setelah bulan bersinar.

Seperti siang dan malam, datang dan pergi juga hadir dalam kehidupan setiap mereka yang memiliki nafas dalam hidupnya. Dan ini menjadi suatu misteri dan ketakutan untuk sebagian mereka yang masih berlum mempercayai apa itu paket cinta.

Mengapa aku menyebutnya paket cinta? Pernah berfikir tidak, jika Tuhan hanya mendatangkan siang tanpa malam, bagaimana kita beristirahat dan mengistirahatkan cinta kepadaNya. Seperti halnya hujan dan pelangi, jika Tuhan tidak mencintai umatnya, Tuhan tidak akan memberikan warna warni dibalik warna kelabu awan yang menghitam itu.

Seperti kehadiran dan perpisahan, membahagiakan dan juga menyakitkan. Setidaknya itulah paket cinta yang membuatku merasa sedikit takut berjumpa dengan pertemuan. Aku enggan menjemput perpisahan dan mengantarkan cinta pada kepergiannya.

Tapi jika aku tidak terima, apa aku harus marah dan memaki keadaan yang tidak adil pada pertemuan, yang membuatku tak berpaling pada setiap detik jam yang berdengung.

Mungkin lebih baik lagi jika aku duduk dan menanti bagaimana aku dijemput oleh sebuah pertemuan yang mengindahkan hatiku, menikmati masa – masa dimana aku mampu tertawa, tersenyum, bercanda dan terluka seketika. Hingga tiba saatnya perpisahan mengajakku untuk berpaling pada pertemuan selanjutnya.

Aku berbicara jika ini mungkin memang takdir, 2 Sisi yang menjadi suka dan duka dalam satu waktu yang datang bersama.

Datang dan pergi, seperti siang dan malam. Mereka jodoh dan itu artinya hanya Tuhanlah yang tahu, bagaimana jodoh itu bertemu dan bersatu untuk terus bergantian menjadi pelengkap dalam cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s