Goresan Lukamu Menempaku Menjadi Pribadi yang Jauh Lebih Berani dan Pantang Menyerah  

Bukan perkara mudah menghapus luka dan melupakan sakit yang ada. Tapi berkatmu, aku kini tahu bagaimana cinta itu patut diperjuangkan

Kita yang dulu pernah bersama. Memiliki mimpi, angan, harapan dan cita – cita yang sama. Sekalipun pemikiran kita kadang membenturkan asa untuk melanjutkan semuanya. Tapi kau dan aku yang saling menguatkan, mengalahkan keinginan untuk berhenti dan mundur karena lelah. Tapi kini semuanya berbeda. Semua seolah membelokkan kata – kata yang kita ucapkan dulu. Seolah tak pernah ada harapan dan mimpi yang ingin kau capai bersamaku.

Kini kau miliki mimpi dan harapan dengan makhluk lainnya. Yang tak pernah ku tahu sebelumnya, yang tak pernah kau sebut dulunya. Tapi ternyata memiliki tempat paling atas dari istana hatimu yang selama ini aku jelajahi. Maafkan aku yang masih mengingatmu karena luka. Lukamu menyisahkan bekas yang sangat memilukan. Menangis, bukan lagi hal yang aneh bagiku. Hanya 2 jam tidurku setiap malam. Karena aku takut terbangun dan ini bukanlah mimpi.

Kau yang Dulu Sangat Hangat, Kini Berubah Menjadi Sangat Asing Bagiku

Seolah lupa, kau mulai bertingkah asing

Betapa masih ingatnya aku saat kau datang menyapaku, mengulurkan tangan dan hatimu. Menawarkan tempat baru untukku berlabuh setelah pernah terluka cukup dalam sebelumnya. Aku yang pernah terluka memberanikan diri meraih genggaman tanganmu yang menawarkan kehangatan dan kenyamanan.

Hingga aku luluh dan menyerahkan hatiku yang masih hancur itu. Perlahan kau membuatku yakin bahwa genggamanmu memang menenangkan dan menghangatkan hatiku yang sempat beku. Kau rangkul aku dalam cinta yang tulus kau berikan.

Tapi aku rasa itu dulu, awal sekali kita berjumpa. Kita memang menjadi sepasang kekasih tanpa masa PDKT yang menyenangkan. Kau dan aku selah menjalankan Taaruf dalam ikatan resmi. Saling berkenalan setelah sepakat untuk memulai semuanya bersama. Kini kau menjadi sangat asing bagiku. Kau seolah tak mengingat usahamu yang giat mendapatkan hatiku yang tak pernah tahu dimana kuncinya. Kau menjadi sangat asing bagi hatiku. Seolah tak lagi tersentuh dan semakin jauh.

Kita yang Jauh dan Dikelilingi Ujian, Kini Harus Kujalani Sendirian

meski kini aku sendiri, aku akan berjuang sekuat hati

 Sejak awal kau dan aku tahu bahwa hubungan kita tak akan mudah. Jarak dan waktu menjadi musuh terbesar yang selalu kita jadikan pedoman. Kau di sana dan aku menjada dan menantimu di sini. Kau anggap ini rumahmu sendiri, hingga seringku mengingatkanmu untuk pulang. Bukan lagi sekedar berkunjung, tapi tak jengah aku memintamu untuk menetap seperti yang kau impikan dulu.

Kita berjuang menata hati, melawan kerasnya keinginan untuk bertemu dikala jarak memisahkan kita dan waktu menjadi pesaing kita untuk terus berkomunikasi. Kau dan aku saling menguatkan, saling memberi semangat dan saling meyakinkan. Memang itu kita lakukan hampir setiap hari. Setiap pagi dan malam hari. Hingga kau memberikan kata “I LOVE YOU” setiap aku akan terlelap tidur.

Tapi aku rasa kini aku harus berjuang sendirian. Menunggumu sendirian, mengharapkanmu sendirian dan mempertahankan cinta yang pernah ada sendirian. Memang menyakitkan ketika aku terbiasa dan bahkan terlalu bergantung padamu, kini harus kujalani semuanya seorang diri. Kau memilih untuk mengikuti kata hatimu yang tak lain adalah keegoisan besar untukku.

Perlu kau tahu, kini aku siap berjuang sendiri. Menunggumu sampai batas waktu yang tak pernah ku tahu sampai kapan. Mengharapkanmu dalam doa dan Mendoakanmu dalam diam.

Dia Memang yang Membuatmu Pergi, Tapi Aku yang SIAP Jadi Tempatmu Kembali

Aku siap menjadi tempat singgahmu lagi

Kau yang tak pernah bertingkah aneh, bersikap biasa lalu kemudian dating tiba – tiba dan membuatku hancur berselimut pilu. Kau putuskan setiap jengkal yang ada pada diri kita. Kau berikan jarak yang semakin nyata. Kau lipatgandakan perasaan hancurku yang selalu menahan rindu tanpa kau tahu seberapa itu. Kau kini pergi beralasan masih menyukai dia yang dulu sempat kau singgahi hatinya.

Lalu aku dimana bagimu selama ini? Di hati bagian apa dalam hidupmu? Di relung pikiran mana dari setiap hari – harimu? Jika kau katakana tak ada celah bagimu untuk melupakannya, bahkan saat kau bersamaku. Kau tipu aku dengan sikap manis dan seolah semua baik – baik saja.

Mungkini kini kau sedang bosan, jenuh atau jengah dengan hubungan jarak jauh kita. Aku sangat paham kau pasti membutuhkan dia yang siap hadir di setiap harimu. Bertemu denganmu setiap hari. Menemanimu pergi, makan, dan menemanimu melakukan hal yang kau suka. Yang selama ini sulit kau dapatkan dariku. Tak apa bagiku. Aku pahami itu.

Apakah kini aku membencimu? Jelas tidak. Karena kau pernah memberi cinta, kasih dan sayang padaku. Sekalipun kini semua punya batas yang semakin tebal dan aku tak semudah dulu menghubungimu. Aku tetap ada di sini, menunggumu, mengharapkanmu, mendoakanmu dan tetap SIAP menjadi rumah untuk tempatmu kembali.

Jika kau lelah dan tak karuan, dan kau butuh rumah untuk berteduh dan bersandar. Datanglah dan bukalah kenok pintu hatiku lagi. Tak ada kunci disana, dan kau bisa kembali kapan saja.

Luka yang Kau Berikan Membuatku Menangis, Tapi Juga Siap Menjadi Wanita Hebat Seperti Impianmu

Aku akan jadi wanita hebat seperti yang kau impikan

Tak munafik aku berkata jika aku tak henti – hentinya menangis. Hingga tidurpun harus berkali – kali terbangun. Tak nyenyak dan tak karuan setiap kali aku membuka ponsel dan berharap ada pesan singkat darimu seperti sedia kala. Aku takut ini bukan mimpi, aku masih enggan mempercayai ini. Terlalu menyakitkan untuk meyakinkan hati bahwa ini benar – benar yang aku alami.

Kau pergi menorehkan luka begitu dalam. Berdarah pasti jika itu benar hati yang kau goreskan belati tajam. Entah sanggup bertahan atau tidak. Tapi aku memilih untuk menjadi keras kepala dan egois terhadap diriku sendiri. Aku yakini suatu hari kau akan kembali menyapaku dengan ucapan “Sayang”

Luka yang kau buat memang memporak-porandakan aku. Membuatku seolah hilang arah dan membuat semua yang ingin aku lakukan menjadi tak karuan. Tapi aku tak ingin berhenti di sini. Aku masih ingat kau menyuruhku untuk terus semangat menggapai asa dan mimpiku. Kau membuatku bersemangat menjadi wanita tangguh dan pantang menyerah termasuk terhadapmu.

Dari sini jangan terkejut jika aku masih akan terus memperjuangkanmu. Aku masih ingin menjadi wanita hebat, calon pendampingmu yang tak tergantikan lagi. Calon makmum yang akan mendampingimu saat susah, senang, sedih dan bahkan jatuh. Aku masih akan terus menjadi orang yang kau impikan. Karena bagiku itu bukan lagi keharusan menurutimu. Tapi sudah kebutuhanku untuk menjadi wanita yang hebat.

Kini Aku Berusaha Dalam Doa, dan Mendoakanmu dalam Diam Seperti Rinduku yang Tak Akan Pernah Kau Tahu

Kau membuatku menjadi pribadi yang lebih kuat dan pantang menyerah

Awal aku masih berharap ini mimpi, tapi sekalipun ini nyata aku sudah minta kepada Sang Pemilik Hati Manusia untuk menguatkanku dalam diam. Aku kini akan tetap terus berusaha mempertahankanmu, memperjuangkanmu, dan menunggumu dalam setiap doaku. Aku pun tak akan berhenti berdoa sekalipun tak ada yang tahu.

Hingga kau yang kini seperti tak punya hati, tahu tentang kerinduan dan kesakitan yang aku alami karena ucapan dan sikapmu itu. Aku tak berharap kau merasakan hal yang sama. Hanya aku berharap kau tahu betapa inginnya aku memberimu kesempatan dan kembali membuat asa dan mimpi itu menjadi nyata.

Aku menunggumu membuktikan mimpi dan harapanmu dulu. Aku akan mendampingimu saat kau siap dan datang lagi padaku. Carilah dulu hati yang membuatmu penasaran hingga melepasku. Tapi saat kau tak lagi menemukan seperti yang kau harapkan. Jangan takut, aku masih mengosongkan ruangan itu. Menguncinya dan kusimpan hanya untukmu.

Jika kau kembali, jangan sungkan menyapaku dengan sapaan manjamu. Aku tetap menyukainya sekalipun kini hatiku terluka sangat dalam. Terima kasih cinta yang selalu aku dambakan, luka yang kau buat kini menempaku menjadi wanita tangguh, berani dan pantang menyerah.

Aku harap suatu saat tanpa sengaja kau membaca tulisan kecil ini dan mengerti bagaimana aku kini 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s