Kini Ijinkan Aku Sendiri Menata Hati, Membersihkan Hati agar Siap Kau Masuki Kembali

Berkali – kali aku yakini hati bahwa semua itu hanya gurauanmu semata. Tak sampai seminggu aku sudah hancur berkali – kali. Petunjuk Allah memang membuatku tertegun dan seolah ingin menyerah. Tapi maaf aku akan bersikap EGOIS kali ini. Aku akan tetap menunggumu, memperjuangkanmu dan tak akan menyera untukmu.

Kau yang kuatku dan menempa tegar hidupku, kini rasakan bagaimana aku akan terus menunggumu dalam doa

Rasanya tak ingin sekalipun kau tahu bagaimana aku saat ini. Bagaimana perasaanku yang kau hempaskan begitu saja. Sudah rapikah? Sudah dinginkah? atau masih saja merasa kau seperti seorang pembunuh berdarah dingin?

Mungkin saja saat ini kau sedang sibuk menata hatimu untuk dia yang kau kagumi selama ini. Selama yang tak pernah ku tahu hatimu bagaimana. Merasa dikhianati? Mungkin iya, tapi aku tak pernah tahu kenapa aku enggan untuk mundur. Sama seperti sebelumnya. Aku memilih setia dan tetap bersama sisa cintamu.

Masih Terluka Rasanya Melihat Bukti yang Mendukung Alasanmu Meninggalkanku, Tapi itu Hanya Membuatku Menangis Sehari

jujur aku manis menangis, tapi kau tak perlu tahu itu

Bisakah kau bayangkan, sisa air mataku yang kau habiskan saat kau bahagia di atas deritaku kini? Menata hati sendiri selepas kau peluk dan kau hempas jauh dari genggaman. Seolah kau mengikatku tapi kau melepaskanku dalam ruangan gelap tak bercahaya. Aku tak sanggup kemana mana. Lari saja yang ku bisa, tapi tak mampu merengkuh siapapun.

Kau bilang memang aku akan dapat dia yang lebih baik darimu. Tapi menjaminkah dirimu bahwa aku akan melupakanmu lebih mudah dari saat aku mencoba mencintaimu dulu. Aku memang terluka setiap melihat bukti itu. Bukti yang menguatkan bahwa wanita itu alasanmu pergi. Tapi apakah aku mundur? Aku rasa belum saatnya. Karena kau belum tahu seberapa sakit hatiku dan seberapa keras aku mencoba mempertahankanmu.

Aku memang menangis, hampir habis sudah. Tapi tak apa, itu membuatku mengingatmu dalam doaku kepadaNya.

Egomu memang menyakitkan, tapi kembali kau kuatkan aku dengan acuhmu

Entah ini balasanmu karena seringnya aku bersikap manja dan sok cuek hanya untuk mendapatkan perhatian lebih darimu. Tapi aku masih lebih egois kan darimu? Jujur aku tak pernah rela melepasmu. Membiarkanmu bahagia di atas lukaku aku belum siap. Maaf tapi aku harus berjuang mendapatkanmu kembali.

Kini aku berjuang sendiri. Memendam rasa dan merasakan indah dan sedihnya menyukaimu dalam diam. Mungkin hati kita sedang berputar, tidak saling menatap dan menyapa. Tapi tenang saja, aku tetap mengingatmu dan mendoakanmu.

Petunjuk Allah mungkin masih membuatku belum yakin. Karena tekad dan niatku kuat untuk bertahan. Entah sampai kapan, mungkin sampai ada yang mampu mendapatkan kuncinya darimu, membuka ruangannya dan merapikan lagi hati ini.

Kini hanya aku yang paham bagaimana hati ini, dan biarkan Allah yang menataku jauh lebih hebat darimu

Jika suatu saat kau datang dan merasa kasihan padaku, jangan lakukan itu. Aku butuh kamu yang dulu, yang meminta perhatian dan enggan kuacuhkan. Aku akan tetap setia padamu. Menjaga setiap ucapanku dulu.

Bahkan kini hanya aku yang paham bagaimana hatiku harus kutata. Dan aku memilih pergi sejenak darimu. Membiarkanmu sibuk dengan dunia dan mimpimu. Sambil mendoakanmu dalam diam, aku mengusahakan setiap doa agar membuatmu tahu betapa mencintainya aku kepadamu.

Allah yang akan membuatku kuat kini. Bukan kau dan bukan aku. Tapi tangannya membuatku yakin bahwa aku kini siap untuk berjuang, meskipun sendirian.

Aku akan menuruti pintamu, Menjadi wanita hebat dan berusaha menggapai asa

Kau selalu membuatku yakin akan kekuatanku. Kau pintaku untuk menjadi lebih semangat dalam menjalani hari – hariku. Kau inginku menggapai setiap mimpi, harapan dan asaku.

BAIK! Akan aku lakukan. Asal kau tahu, kau masuk dalam tujuanku berusaha, kau masuk dalam harapan dan asaku. Dan kau menjadi bagian dari upaya terbesarku. Entah apakah usahaku kau ketahui atau hanya kau lewati. Tapi aku tak ingin menyerah saat ini.

Malu rasanya pada tekad yang ku buat dulu. Memberanikan diri membawaku ke depan orang tuaku. Menceritakan aktivitasmu kini. Dan semua sudah hampir sempurna. Dan kini kau minta aku berhenti. Maafkan aku, aku tak bisa.

Tenang sayang, aku yang sempat hancur, kini siap melangkah menjemputmu kembali

Aku tak ingin membuatmu menjadi pengecut dan tak berperasaan. Akan ku pendam sendiri dan kuobati hati ini seorang diri. Kini tak ada lagi semangat darimu setiap pagi. Tak ada lagi ucapan cinta setiap aku ingin terlelap.

Aku yang sempat hancur dan seolah tak bisa bangkit, kini aku mulai membuka pikiranku. Tetap saja, aku ingin bertahan karenamu. Aku ingin menunggumu dan aku akan berjuang menjemputmu kembali. Tenang saja, saat ini kau punya banyak waktu untuk menjajaki banyak hati sebelum kau temukan hati yang sangat membuatmu nyaman.

Aku akan membuktikan itu. Bukan ingin bersikap sombong. Tapi aku berjuang untuk kita dan cinta yang sempat kau janjikan abadi bersamaku.

Move On bukan masalah kapan dan dengan siapa, karena kini aku putuskan aku akan melakukannya hanya denganmu (LAGI)

Mereka bilang aku gila, aku bodoh dan terlalu baik membiarkanmu terus menerus hancurkan aku. Tapi apa dayaku, hatiku jauh lebih keras menginginkanmu untuk kembali lagi. Mereka bilang aku harus MOVE ON. Apa itu artinya harus segera dan aku temukan yang lebih baik darimu?

Selagi bisa dan mampu, perjuanganku akan kumulai dari hari ini. Usaha dan doaku akan kuucapkan setiap hari sepenuh hati. Untukmu agar dibuka pintu hati dan pikiranmu. Karena aku ingin melakukannya hanya padamu (LAGI).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s