Kini Doaku Sepertinya Terkabul, Kembali Jatuh Cinta dan Itu Kamu

Hai kau yang disana, yang kini sedang sibuk mengejar hati yang lama tak bersua. Kau yang kini tak lagi terlalu mengindahkanku bahkan tak jua menyapaku. Aku sungguh merindukanmu, merindukan parasmu, suaramu dan segala yang dulu selalu kau berikan.

Tahukah kau, berkatmu, berkat air mata yang pernah ada kini aku sadar. Aku mulai jatuh cinta (LAGI). Dan kau tahu dengan siapa? Aku yakini ini rasa sukaku untukmu.

Mungkin aku yang tak bisa menjagamu, Membuatmu terus menyukaiku hingga akhirnya kau jengah

kini kau mulai jengah dengan gengsikuKau dan aku yang sudah lama saling mengenal, setiap pagi tak pernah absen menyapa dan tak pernah kehilangan malam tanpa kata I LOVE YOU. Kau dan aku yang bukan sekedar tahu nama, tanggal lahir dan apa kebiasaan. Lebih dari itu kau dan aku membuat cerita dan menuliskan cerita di dalam buku yang indah.

Keindahan itu kita tawarkan pada dunia selama 4 tahun tanpa henti. Waktu yang tak pernah kita perkirakan bisa selama dan seawet itu. Mereka di sekitar juga bertanya – tanya, pernahkah kita bertengkar? mempeributkan hal kecil hingga berujung ancaman perpisahan? Ku katakan bukan hanya pernah. Tapi kita jauh lebih pintar cairkan suasana.

Itu lebihnya kita. Kau dan aku saling mengerti. Tapi apa itu kesalahanku? Aku mengabaikanmu begitu saja. Aku tak terlalu mengusik rasa yang kau miliki. Ketakutanku kehilanganmu membuatku bersikap biasa dalam mencintaimu. Mungkin kini kau lelah meyakinkanku. Membuatku percaya bahwa dulu kau selalu ada untukku. Kau jengah dan enggan melihatku lagi.

Ada yang berkata, kau akan mulai merasa menyayangi sepenuh hati, ketika dia pergi. Dan aku alami itu

aku sadari aku mulai menyukaimu lebih dalamHingga akhirnya aku sadari itu. Aku benar-benar mencintaimu sayang. Tak sedikitpun ada harap dan asa untuk membuatmu terluka akan sikapku. Aku bukan tak menyayangimu, tapi pembuktianku ada pada kesetiaanku selama ini. Berbagai uji dan coba, berbagai hati yang mencoba masuk sudah kutolak sanga keras. Kini hanya kau yang ada. Entah sampai kapan, tapi upayamu membuatku susah lupa.

Relung hati ini kini menangis sendiri. Merasa kehilangan karena teramat mencintai. Aku memang tak banyak bicara cinta. Memamerkan hubungan kita pada khalayak. Tapi setiap kau panggil aku “sayang”, di situlah aku bertambah mencintaimu. Aku hanya mau menunjukkannya kepadamu. Bukan yang lain.

Mengertilah kini, aku selalu menyukaimu. Bukan tanpa alasan. Aku punya banyak alasan untuk menyukaimu. Sama seperti yang kau katakan dulu. Dan jika kini sudah tidak lagi, aku akan coba terima. Dan biarkan aku yang menunjukkan betapa rasa itu masih besar untukmu.

Jujur aku kini merasa hal yang lebih kuat dari sebelumnya, aku menyukaimu sangat dalam

Tahukah kau kini kau mulai menyukaimu diam - diam

Saat aku sadar kau telah berpaling. Menyukai hati yang lain, menginginkan keberadaan jiwa di sampingmu, yang tak sanggup ku penuhi. Di situlah aku semakin menyadari bahwa aku sangat menyukaimu. Entah seberapa dalam, tapi aku telah meminta ampun dan ijin pada Sang Pemilik Hati untuk mencintaimu.

Bagimu, hatimu untuknyalah yang paling terlihat. Kau yang tak sedikitpun membahasnya padahal aku sangat berlapang dada. Kini kembali tertarik dan meminta untuk kembali padanya. Usahamu kuhargai, tapi menyisakan sakit dan pahit yang sangat besar. Ahhh entahlah, kini aku hanya ingin menata diri, berusaha untuk sabar dan ikhlas serta mendoakanmu dalam diam.

Kau tak perlu berpura – pura baik. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa kini aku menyukaimu sangat dalam.

Jika kau sempat membaca ini, mungkin kau akan besar kepala. Tak apa asal kau sadari ini

Asal kau tahu, caramu terhadapku akan ku sukai

Maafkan aku yang kembali mengusikmu dalam diam. Dalam doa kuselipkan harap. Kau baca pesan ini dan kau tahu bagaimana aku berusaha mencintaimu dan kini saat ku mampu, kau yang pergi entah kemana. Mungkin kau akan besar kepala karena ada yang diam – diam memperhatikanmu dan menyimpan rasa cinta begitu dalam. Bagiku tak apa, sekalipun kau pamerkan pada dia yang kini sedang kau kejar. Aku diam saja, asal kau sadari itu, akupun ikut menyukai caramu.

Jika doaku yang dulu kini terkabul, Merasa jatuh cinta (LAGI)

Kini aku mulai jatuh cinta lagi padamu

Mungkin ini sebagian kecil dari doaku dulu yang kupanjatkan. Keinginan yang sering aku ucapkan, bahwa aku ingin jatuh cinta lagi. Bersamamu sangat lama membuatku hampir lupa bagaimana rasanya menyukai seseorang dalam diam, mengawasinya hanya dari sosial media dan menyayanginya lewat doa.

Entah balasan atau jawaban, aku bersyukur kini aku kembali merasakan jatuh cinta lagi. Dan kau tahu, aku kembali jatuh cinta padamu. Padamu yang membuatku merasa selalu ada, merasa selalu bersemangat dan merasa ingin selalu mendampingimu.

Kini biarkan aku menyukaimu dalam diam, sembari kudoakan kau sadar dan menyukaiku lagi seperti dulu. Maafkan aku yang akan sering mengusikmu dalam senyumku. Kau tak perlu tahu itu. Asal kau sadar, kau akan kembali mempertimbangkanku. Bukankah cinta tak pernah salah? Pilihan hanya cara cinta menentukan siapa yang ia inginkan. Terima kasih sudah mengajarkanku berfikir dengan logika dan hati. 🙂

Aku tak ingin berharap banyak, hanya akan kupersering doa untukmu. Agar kau tahu dan menyadari hatiku. Bahkan jika diijinkan, maukah kau memulai kembali. Jatuh cinta lagi padaku? Seperti aku kini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s