Cuplikan Kisah untukmu Disana (Y)

untukmu Y

Hai kau yang disana. Bagaimana kabarmu hari ini? Sudahkah kau bangun dan mandi? Atau masihkah kau bergelut dengan selimut dan mimpimu semalam?

Rasanya baru kemarin aku mengatakan dan menanyakan pertanyaan rutin itu padamu. Kau dan aku sadar, tak ada hari tanpa menanyakan pertanyaan sederhana, norak tapi mengagumkan bagi kita. Ya, dulu kau yang membuatku ingin selalu menyapamu setiap pagi, dan kau pula yang tak pernah menyerah menyapaku saat aku hendak terlelap.

Seminggu lalu kau berkata jika kau ingin datang. Jujur saja aku terkejut, tak percaya sampai kutanyakan lagi apa kau benar? Kau yakinkan aku. Pesanmu tak pernah tersirat suasana hati yang tidak enak. Kau sangat gembira. Seperti ingin menyampaikan pesan bahagia padaku.

Tapi, seminggu yang lalu juga, aku mendapatimu mengatakan hal yang tak pernah kuduga sebelumnya. Kau menghempasku begitu saja. mengejutkanku dan tak melihat bagaimana rapuhnya aku. Seperti tak tahu waktu, kau egois menyampaikan itu disaat aku bahagia.

Kini kau seperti asing bagiku. Seminggu aku hancur dan seolah tak mampu lagi melangkah kemanapun. Diam dan menangis, itulah yang aku lakukan. Tak ada lagi pesan darimu, sapaan hangat setiap pagi dan malam, tak juga ada ucapan semangat setiap kali ingin bekerja.

Kau bilang aku harus memaafkanmu. Melepaskanmu dengan dia yang tak pernah sekalipun membuat aku ingin pergi darimu. Bahkan sampai detik ini juga. Kau berkata jika aku harus mencari yang lebih baik darimu. Kau fikir mudah? Jika mudah, sejak awal denganmu aku akan lakukan itu.

Tahukah kau aku mempertimbangkan banyak hal untuk sampai pada saat ini. Langkah, keputusan dan jawaban hatiku membawaku menjadi sekuat ini. Siapa suruh kau menguatkanku begitu bersemangat, hingga aku tak punya hati untuk mundur dan melepasmu.

Maafkan aku, aku hanya manusia biasa. Jika kau yakini hatimu dan kau jaga prinsipmu. Bolehkah aku begitu. Aku ingin kali ini menyukaimu dalam diam saja. Berharap semoga kau tahu dan Tuhan membuatmu menoleh kembali padaku.

Jika kau bosan dan jengah padanya, datanglah padaku. Kau mungkin juga tengah bosan dan ingin sendiri tanpa usikan dariku. Aku tahu yang kau inginkan adalah kebebasan tanpa kekangan dan juga kasih sayang. Dan jika ada yang membuatmu begitu, ijinkan aku untuk menjadi yang pertama.

Aku tak mengunggulkan wajahku, kepintaranku atau harta sekalipun. Hanya aku yang tak pernah ingin menyerah dan selalu ingin memperjuangkanmulah yang aku unggulkan. Maafkan aku jika kali ini aku egois. Tapi cukup saja kau tahu, aku masih menyayangimu sangat dalam, aku menunggumu kembali sama seperti hari biasanya. Dan aku bertahan untukmu, untuk kisah kita yang baru nanti πŸ™‚

Bagiku tak ada kau yang jahat, kau yang kejam dan kau yang tak berperasaan. Kau hanya butuh jarak dan waktu. Kau mungkin terlalu nyaman dengan kita yang saat ini. Kau inginkan tantangan yang lebih tanpa buatku terluka. Sekalipun aku harus terluka dan kembali menangis. Maafkan aku, aku masih ingin menunggumu πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s