Bagai Doa Tak Bersuara, Hanya Hujan yang Menjadi TempatNya

Aku sangat menyukai hujan. Bukan karena aku memiliki pengalaman Dan kenangan di dalamnya. Hanya saja hujan adalah satu ketetapan waktu dimana setiap doa yang dipanjatkan saat itu dapat menjadi nyata. Bukan hanya hujan sebenernya, karena Allah Maha Adil untuk umatnya. Ada beberapa waktu yang memberikan kita kesempatan untuk meminta dalam doa.

aku selalu berbicara sendiri di saat hujan. Mencoba berbicara seolah ada didahapan mereka yang ingin kusampaikan kata demi kata dari dalam hatiku. Menguraikan maksud yang tak sanggup aku bahasakan di hadapannya. Menciptakan suasana seolah aku telah mendapati kau sedang mendengarkan berbicara.

Entahlah sejak kapan hal itu, aku hanya senang berbicara dan berdoa dalam hujan yang turun membasahi bumi.

Hahaha sedikit agak alay juga saat saya mencoba membicarakan isi hati saya dengan sepuitis itu. Tapi begitu saya, saya mampu menyampaikan maksud hati saya dalam beberapa kiasan yang sedikit sudah dipahami. Atau hanya saya saja yang dapat memahami itu. Mungkin begitu.

Sekua yang ada di langit dan bumi adalah misteri. Sebuah misteri yang pasti akan terjadi. Layaknya rejeki, jodoh hingga kematian semua misteri dalam hidup itu akan terus ada tapi merekalah sesungguhnya yang pasti akan terjadi.

Saya percaya itu. Lebih dari sekedar karena saya melupakan makhluk beragama yang percaya akan kuasa Allah. Saya selalu percaya bahwa setiap yang diberikan kepada manusia memiliki waktunya masing-masing.

Kali ini saya ingin berbicara tentang jodoh. Ada kalanya kita lupa bahwa ada Zat yang Maha Membolak Balikkan hati umat manusia. Dimulai dari tidak ada rasa, mulai tertarik, mengaku suka, menglyatakan perasaan, menjalin suatu hubungane, berpisah hingga membenci. Semua siklus itulah yang akan dipertaruhkan oleh dua insan yang mengaku saling jatuh cinta dan ingin cinta mereka abadi dan sejati. Ahhh….. Banyaknya drama bergenre romantis hingga quote penuh dengan kegalauan tanpa ujung banyak membuat anak muda sering terjebak dalam perasaan yang bahkan belum sanggup mereka pastikan.

Kembali lagi, semua yang misterius itu pasti nyata. Seperti cinta Dan jodoh. Ada mereka yang terpisah lama, saling melupakan, membenci  tapi dipertemukan kembali oleh cinta. Ada pula mereka yang sudah mengikrarkan cinta dihadapan penghulu atau pastor namun nyatanya memilih mengingkari janji mereka sendiri. Tapi tidak sedikit yang bergandengan tangan mengucap kata cinta hingga keduanya saling meregang nyawa dalam ikatan cinta sejati.

Ah… Ini masih saja menjadi misteri.

Tentu saja, karena Allah pun tidak akan memberi semua yang kita inginkan dengan begitu mudahnya. Semua butuh usaha dan tentu saja doa yang sepasrah pasrahnya hanya padaNya.

Ah… Aku percaya satu hal tentang jodoh. Tidak ada yang bisa memastikan sebuah cinta sejati sampai Allah menyatukan dua insan di dunia hingga akhir hayat mereka Dan mempertemukan mereka kembali di akhirat nantinya.

Banyak yang berkata saat kamu menyukai seseorang, mintakan sesuatu kepada Allah. Sespesifik mungkin, sekelas mungkin. Saya pun pernah meminta Dan menyebutkan laki-laki yang saya sukai. Bukan yang sebiasa itu saya sukai. Dia yang sudah lama berada di dalam hati saya. Menyita pikiran dan perhatian saya.

Saya meminta, jika “dia” jodohku, tunjukkanlah yang terbaik untukku. Jikalaupun bukan “dia” jodohku, maka lapangan hatiku menerima keputusanmu.

2 Kali aku sempat menyebutkan nama yang benar-benar aku inginkan. Tapi secepat itu Allah menunjukkan jawabannya. Dia memilih wanita lain yang bahkan tidak saya kenal. Bagi saya itu jauh lebih baik. Karena saya tidak ingin memusuhi siapapun yang saya rasa merebut apa yang saya inginkan.

2 Kali nama itu saya sebut dalam doa. Dan saya rasa saya sudah mendapatkan jawabannya. Dan secepat itu pula saya memilih untuk tidak lagi membuang waktu memperhatikan mereka lebih jauh lagi.

Meski terluka tapi saya merasa saat ini saya memiliki hati yang lebih kuat dalam hal cinta. Bagi saya cinta bukanlah kata-kata yang hanya bisa diungkapkan lalu menentukan jawabannya. Cinta lebih dari sekedar usaha Dan doa untuk menciptakan kekuatan hati untuk bersabar.

Saya membutuhkan laki-laki yang tegas namun juga penyabar.

Laki-laki dengan bahu yang tegap, yang mampu menjadi sandaran dan tempat bagi saya meletakkan kepala saat saya merasa lelah.

Laki-laki yang mampu menjadi teman, kakak, sahabat, ayah sekaligus imam bagi keluarga saya.

Laki-laki dengan kekuatan untuk tidak mudah menyerah.

Laki-laki dengan tujuan Dan impian yang selalu ia perjuanhan sampai akhir.

Laki-laki dengan senyum biasa namun meneduhkan.

Dan laki-laki yang tahu kemana dia akan melangkah dengan impiannya.

Dan laki-laki yang membuat saya malu saat saya ingin berhenti, mundur Dan menyerah.

Karena saya membutuhkan tempat dimana saya mampu menemani dia meraih itu. Saya ingin menemani, mendukung Dan membuatnya lebih kuat menggapai mimpinya.

Saya ingin menjadi tempat dia kembali saat dia pergi jauh untuk bertugas.

Saya ingin menjadi alasannya meluangkan waktu untuk sekedar meraih tangan saya dan menggandengnya sepanjang sore.

Ah… Rasanya saya menentukan itu ada pada 1 laki-laki yang baru saya kenal. Kami tidak seakrab itu. Kami pun tidak memiliki waktu khusus untuk saling menyapa. Untuk bertemu pun saya selalu mengucap syukur atasnya.

Namun, kini saya rasa perasaan saya diuji. Entah benar atau hanya asumsi saya. Dia berada jauh untuk waktu yang tidaklah sebentar.

Saya ingin kembali berdoa dengan menyebut namanya dalam doa saya. Saya merasa apa yang saya butuhkan ada padanya. Saya tahu ini tentang jodoh Dan misteri yang ada di dalamnya. Untuk itulah saya ingin berdoa untuk dia, saya Dan kami.

Tidak ada yang tidak mungkin selagi Allah Taala yang menerina doa kita. Allah lah tempat kita memang harusnya meminta, meski tentang masalah yang cukup sederhana ini.

Jika memang dia orangnya, semoga kami memiliki jalan yang sama. Semoga pula kami memiliki kekuatan untuk saling menemukan. Karena cinta sejati tahu kemana dia harus pulang Dan menetap. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s