Bicara Tentang Hati, Mungkin Sudah Saatnya

Seperti tidak akan ada habisnya, tidak berujung dan tidak ada lelahnya, saat mulut dan pikiran sudah sepakat membicarakan urusan hati. Perasaan yang harusnya hanya dirasakan tapi sudah mampu kita ungkapkan. Itulah saat dimana semua orang akan beradu kata tentang apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka impikan.

Lebih dari itu, hati yang berisi cinta memiliki porsi yang lebih besar untuk dibicarakan dan dibagikan dengan siapapun. Tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, bahkan tidak mengenal darimana asal kita, perasaan cinta adalah perasaan yang paling disyukuri oleh setiap manusia. Dengan cinta yang ada di hati manusia, semua bisa berjalan sesuai dengan jalan yang sudah Tuhan kita tetapkan.

Mungkin sudah saatnya saya berbicara serius tentang urusan yang satu ini. Sudah cukup lama memang saya mendengar setiap orang berucap tentang hati dan cinta. Melihat mereka yang percaya dan mendapatkan keberuntungan sampai akhirnya berada pada satu garis start kehidupan yang baru. Ah…. rasanya iri sekaligus bahagia melihat mereka memiliki cinta yang mereka inginkan.

Tidak ada manusia yang hidup dan memilih untuk tersakiti. Tidak ada satupun yang rela menangis karena dikhianati bahkan ditinggal pergi setelah lama mempercayai. Begitupun saya. Ya, saya adalah salah satu diantara manusia yang mendambakan cinta yang tulus datang tanpa berpikir untuk pergi.

Sebenarnya tidak ada patokan atau standart setiap orang bisa membicarakan tentang hati dan cinta mereka. Hanya ada rasa berani saja yang mampu menjadi jembatan bagi setiap orang mengatakan bahwa mereka menyukai bahkan mencintai seseorang.

Saya sangat iri kepada seseorang yang merasakan cinta kepada orang lain sangat dalam. Saya merasa ingin jatuh cinta pada seseorang yang membuat saya mampu membuka hati saya lagi. Mereka yang membuat saya tidak lagi memandang siapapun, tidak memiliki standart apapun untuk cinta saya nantinya.

Saya ingin duduk berhadapan dengan dia yang membuat saya tersenyum di pagi hari. Menyedu kopi dan menikmatinya berdua sambil melihat gerimis dari teras rumah berdua. Saya ingin pergi menyusuri jalanan yang basah karena hujan di sore hari. Melihat anak-anak kecil yang tertawa lepas bermain tanpa mengenal lelah.

Saya ingin duduk di bawah rindangnya pohon sambil saling berpegangan tangan. Menyatukan perasaan dan saling berbagi kisah betapa letihnya kami bergulat dengan aktivitas kami. Saya ingin ada seseorang yang menggenggam tangan saya, membawa saya ke suatu tempat yang mengingatkan saya, bahwa dialah yang Allah kirimkan untuk saya.

Suatu saat nanti saya ingin bercerita dan mengatakan betapa sukanya saya dengan matahari terbenam, gerimis yang menggoyangkan dedaunan bahkan dengan secangkir kopi hangat yang membuat kami merasa hangat.

Entah kemana, saya ingin mengajak dia yang Allah kirimkan untuk saya pergi menyusuri kota di Praha. Saat musim dingin, menyusuri dan melihat kemerlip lampu kota yang dihiasi putihnya salju. Bersama, saya ingin menulis cerita dan menempelkan foto perjalanan kami yang menyenangkan di bingkai. Saya ingin memenuhi setiap album foto, tembok dengan bingkai foto kami. Bukan hanya saya dan dia, tapi dengan malaikat manis kami berdua nantinya.

Haa….. rasanya saya ingin mengisi lembaran undangan pernikahan itu dengan nama dia. Entah siapa dia, tapi yang saya yakini, dia adalah yang Allah kirimkan atas setiap doa yang saya panjatkan.

Mungkin saja kini dia pun sedang bersama yang lain, membahagiakan hati yang bahkan belum saya ketahui siapa. Atau bisa saja dia sedang berjuang melawan hawa nafsu, rindu dan kesepian menanti jodoh, sama seperti saya.

Saya ingin mengenal orang baru di tahun ini. Saya ingin memulai menjalin hubungan yang baru dengan dia yang juga menginginkan itu. Saya ingin memulai hubungan yang serius. Lebih dari sekedar memiliki status sebagai sepasang kekasih. Karena saya tidak ingin hanya sesaat mencintai.

Mungkin sudah saatnya saya mengenal seseorang yang memiliki tujuan yang sama dengan saya. Saling mendukung dan juga saling melindungi. Saya ingin dicemburui, bagi saya itulah tanda dia mencintai dan tidak ingin kehilangan saya. Terlepas dari sekedar tidak ingin mengekang dan membebaskan, alasan orang cemburu bagi saya adalah tanda mereka ingin selalu melindungi dan menjadi satu-satunya pelindung bagi orang yang ia cintai.

Saat ini saya ingin fokus memperbaiki diri saya, berdoa semoga saya memiliki hati yang peka. Mampu melihat siapa yang memberikan hati saya kebahagiaan atau siapa yang hanya menyisakan luka nantinya. Allah tahu dengan siapa harusnya saya bersanding. Hanya dengan dia yang saya usahakan dalam doa dan harapan saya. šŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s