Boleh Mengeluh, Tapi Menyerah itu Bukan Pilihan

Berpikir realistik saja, setiap orang pasti pernah berpikir untuk menyerah. Entah saat melakukan sesuatu hal, atau bahkan saat berada dalam situasi yang membuat dia sangat frustasi. Tidak jarang orang tersebut akan mengeluh bahkan ingin menyerah dan berhenti.

Ada perbedaan antara pria dan wanita saat keduanya menghadapi sebuah masalah. Wanita lebih terlihat sering sekali mengeluh. Menceritakan dan bahkan terkesan menyalahkan keadaan saat menghadapi sebuah masalah. Tidak bagi pria. Saat seorang pria akan menyimpan sendiri masalah mereka sampai mereka mampu menemukan solusi yang dirasa pas untuk menyelesaikan masalah itu.

Begitulah kedua makhluk ini menyelesaikan masalah di dalam hidup mereka. Tapi untuk mengeluh, tidak ada perbedaan. Semua orang berhak berkata “ahh capek”, “Ah bosan”, “kok Cuma gini aja sih” dan lain sebagainya. Mengeluh seorang menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Saat lelah, manusia memang harusnya mengeluh, karena begitulah kita menandakan bahwa ia masih layak disebut dengan manusia berperasaan. Mengeluh adalah manifestasi ketidakpuasaan atau ketidaknyamanan yang dialami seseorang. Banyak orang yang menyamakan arti dari mengeluh dan putus asah atau menyerah. Tapi keduanya jelas saja berbeda.

Bagi saya, setiap orang itu berhak untuk mengeluh. Mengeluarkan semua keluh kesahnya, entah pada orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Mengeluh bukan sebuah kesalahan. Ini akan menjadi sesuatu yang fatal jika kita memilih untuk menyerah setelah mengeluarkan keluh kesah itu.

Menyerah bukan menjadi pilihan, apalagi saat kita memilih itu bahkan sebelum kita mencoba berkali-kali.

Mengeluh bukan berarti menyerah. Mengelagi saat kita memilih itu bahkan sebelum kita mencoba berkali-kali. Mengeluh bukan berarti menyerah.

Mengeluh yaitu waktu dimana kita mengeluarkan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan, tapi menyerah adalah suatu pilihan hati.

Tapi ingat, mengeluh terlalu banyak juga tidak baik. Berpikir dan bersikap positif, adalah obat saat kita mulai berpikir mengeluh adalah awal dari menyerah. Banyak orang yang menyerah salah satunya karena ia kurang diapresiasi oleh orang lain. Kurang mendapatkan penghargaan dan masih kurang puas dengan apa yang sudah ia hasilkan.

Salah satu bersikap positif yang bisa menghalau semua bentuk putus asa dan menyerah, menghargai dan memuji diri sendiri. Tapi bukan berarti menyombongkan diri. Setiap manusia pada dasarnya ingin dihargai, ingin diingat dan ingin dipuji. Terlepas dari apa yang sudah ia hasilkan itu mengharap pujian atau tidak. Manusia membutuhkan penghargaan untuk meningkatkan fungsi dari otak mereka agar lebih bersemangat lagi.

Mengeluh seperlunya, pujilah dirimu seperlunya tapi ingat jangan pernah sekalipun menjadikan “menyerah” sebagai sebuah pilihan. Karena Tuhanmu akan membuatmu lebih kuat saat kamu menghadapi masalah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s